Membangun Spiritualitas Orang Muda Katolik

Posted on Updated on

Ibadat Adven 2012

BERSAMA ORANG MUDA MENYAMBUT KEDATANGAN YESUS DENGAN IMAN

Pertemuan I :

MEMBANGUN SPIRITUALITAS ORANG MUDA KATOLIK

Jangan katakan “aku masih muda” (Yeremia 1:7)

BACAAN KITAB SUCI

Yeremia 1: 1–19

  1. Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia, dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin.
  2. Dalam zaman Yosua bin Amon, raja Yehuda, dalam tahun yang ketiga belas dari pemerintahannya datanglah firman TUHAN kepada Yeremia.
  3. Firman itu juga datang dalam zaman Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, sampai akhir tahun yang kesebelas zaman Zedekia bin Yosia, raja Yehuda, hingga penduduk Yerusalem diangkut ke dalam pembuangan dalam bulan yang kelima.
  4. Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:
  5. “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”
  6. Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.”
  7. Tetapi Tuhan berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.
  8. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.”
  9. Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.
  10. Ketahuilah pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.”
  11. Sesudah itu firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Apakah yang kau lihat, hai Yeremia?” jawabku: “Aku mellihat sebatang dahan pohon badam.”
  12. Lalu firman TUHAN kepadaku: “Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku.”
  13. Firman TUHAN datang kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya: “Apakah yang kau lihat?” jawabku: “Aku melihat sebuah periuk yang mendidih; datangnya  dari sebelah utara.”
  14. Lalu firman TUHAN kepadaku: “Dari utara akan mengamuk malapetaka menimpa segala penduduk negeri ini.
  15. Sebab sesungguhnya, Aku memanggil segala kaum kerajaan sebelah utara, demikianlah firman TUHAN, dan mereka akan datang dan mendirikan tahtanya masing-masing di mulut pintu-pintu gerbang Yerusalem, dekat segala tembok di sekelilingnya dan dekat segala kota Yehuda.
  16. Maka Aku akan menjatuhkan hukuman-Ku atas mereka, karena segala kejahatan mereka, sebab mereka telah meninggalkan Aku, dengan membakar korban kepada allah lain dan sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri.
  17. Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka, segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka.
  18. Mengenai Aku, sesungguhnya pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini.
  19. Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.”

PENDALAMAN

  1. Tantangan apa saja yang dihadapi orang muda katolik saat ini?
  2. Dalam bacaan, apa alasan Yeremia menolak panggilan Tuhan?
  3. Dari perikop tersebut, nilai apa yang dapat kita pelajari dalam kehidupan menggereja?

PENEGUHAN

Dalam bacaan, Yeremia dipanggil Tuhan untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Yeremia menolak panggilan Tuhan dengan alasan : tidak pandai bicara dan masih muda.

  1. Bagi Tuhan tidak ada alasan untuk menolak panggilan-Nya. Kepada siapa saja Tuhan mengutus, Yeremia yang merasa masih muda dan tidak pandai berbicara harus pergi dan menyampaikan pesan Tuhan (ayat 6-7)
  2. Tidak perlu takut dan gentar, sebab Tuhan menyertai dan tidak melepaskan. Maka Tuhan meminta supaya Yeremia berani untuk bangkit, bersiap dan menyampaikan apa yang diperintahkan Tuhan (ayat 8,17)
  3. Yeremia diutus untuk mempertobatkan bangs-bangsa, sebab mereka telah meninggalkan Tuhan dengan menyembah Allah lain. (ayat 10)
  4. Orang yang berani menangapi panggilan Tuhan,  Tuhan akan mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutnya; TUHAN berfirman: “Sesungguhnya,  Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.” (ayat 9)

(Dikutip dari “Ibadat Adven”  (Pertemuan Lingkungan), Paroki Kristus Raja Surabaya, tahun 2012, halaman 7-12)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s