Aku Menjadi “Roti” Yang Siap Dipecahkan

Posted on Updated on

Aksi Puasa Pembangunan 2012

Pertemuan III

Aku Menjadi “Roti” Yang Siap Dipecahkan

Tujuan

  1. Peserta memahami apa yang dimaksud roti yang siap dipecahkan.
  2. Peserta menyadari bahwa pengalaman pahit: ditolak, dihina, diasingkan, sebagai bagian hidup ekarisris yang harus diterima dengan suka cita.
  3. Peserta menyadari setiap peristiwa “kepahitan hidup” mempunyai makna korban yang menyembuhkan dan sebagai proses pembentukan kualitas hidup.

Bacaan Kitab Suci

Mat 26:36-45

36.   Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia bekata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.”

37.   Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,

38.   lalu kata-Nya kepada mereka: “Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”

39.   Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

40.   Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

41.   Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

42.   Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!”

43.   Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat.

44.   Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.

45.   Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan beristirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.

Belajar Dari Kitab Suci

  1. Apa yang dialami Tuhan Yesus ketika berdoa di taman Getsemani?
  2. Pengalaman keterpurukan apakah yang pernah anda alami? Bagaimana menyikapinya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s