Cerita Iman
Oleh : Chatarina Pantja W.
No. 72 Kelas I Angkatan I KEP* Kristus Raja Surabaya
Saya dibaptis saat bayi, menerima komuni pertama pada usia 10 tahun, dan menerima sakramen penguatan pada usia 18 tahun. Saat itu saya mengenal Tuhan Yesus dari pelajaran sekolah minggu dan pelajaran agama di sekolah, tetapi belum mengalami hidup dibimbing Roh Kudus.
Sejak kanak-kanak sampai memasuki usia sekolah hingga lulus kuliah, hidup saya lurus dan mulus, tidak mengalami kesulitan yang berarti. Meski dari keluarga miskin, ayah saya mengutamakan dan mengupayakan pendidikan, dan melakukan apa pun untuk bisa membiayai sekolah anak-anaknya.
Hidup saya berubah penuh kerikil selepas kuliah. Memasuki dunia kerja saya menghadapi kehidupan yang sebenarnya, penuh persaingan dan sangat keras. Berbeda dengan masa-masa kuliah, di mana saya memiliki banyak teman dan sahabat yang selalu ada untuk mendukung saya, menolong saya, dan menemani saya dalam suka dan duka, di dunia kerja tidak ada teman, setiap orang ingin meraih prestasi kerja yang tinggi, dan tidak sedikit yang melakukan cara-cara licik agar ia terlihat lebih baik daripada orang lain.
Setelah lulus kuliah saya bekerja di tiga tempat dalam rentang empat tahun lebih, dua di bidang pendidikan, dan satu di sebuah industri. Saat itu saya merasa tidak nyaman karena harus bekerja sama dengan orang-orang yang kurang menghargai orang lain, yang menganggap kehadiran orang baru sebagai ancaman, bukan mitra kerja. Saat pimpinan mulai memberi kepercayaan kepada saya untuk tugas dan tanggung jawab yang lebih besar, saat itulah saya mengalami banyak masalah yang cukup berat terkait relasi saya dengan rekan kerja, yang membuat saya terpaksa memilih jalan mengundurkan diri karena tidak tahan dengan tekanan yang terus-menerus saya alami. Kejadian yang sama berulang pada pekerjaan berikutnya.
Melihat kerasnya dunia kerja membuat saya mempertanyakan ajaran cinta kasih. Masih perlukah membicarakan ajaran itu, masih perlukah menerapkan dalam kehidupan sehari-hari jika pada kenyataannya orang lain tidak melakukannya bahkan berbuat kebalikannya, keras dan kejam pada orang lain. Sejak saat itu saya tidak mau lagi ke gereja, saya kecewa kepada Tuhan yang membiarkan orang lain bersikap tidak adil dan menjatuhkan saya, saya merasa Tuhan membiarkan saya hancur, dan itu sangat menyakitkan.
Harga diri dan pekerjaan yang terhormat adalah tujuan hidup saya, dan ketika semua itu lepas dari genggaman saya, saya benar-benar merasa seperti mati. Saya pun bertanya di mana Tuhan?
Karena trauma dengan dunia kerja yang keras, saya memutuskan bekerja untuk diri sendiri sebagai guru les privat, sementara itu saya masih belum mau pergi ke gereja, antara 3 sampai 4 tahun lamanya.
Saya mengalami pertobatan ketika suatu hari tanpa sengaja saya mendengar kotbah dari siaran radio, seorang pendeta mengutip firman Tuhan;
Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu –yang jauh lebih tinggi nilainya dari emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api – …………… (dari 1 Ptr 1: 7)
Saat itu saya menangis, saya baru menyadari mengapa saya harus mengalami semua ujian hidup dan penderitaan, karena Tuhan ingin memurnikan iman saya, karena saya begitu berharga bagi Allah, lebih berharga daripada emas -yang dimurnikan dengan cara dilebur dalam tungku api.
Tuhan mau saya percaya dan bergantung pada-Nya, bukan percaya dan bergantung pada manusia.
Juga seperti logam yang ditempa dalam bara api agar dapat dibentuk menjadi sesuatu yang indah dan berharga, Tuhan menempa saya dalam penderitaan untuk menjadikan saya indah dan berharga bagi-Nya.
Pendeta itu juga mengutip firman Tuhan :
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia………….. dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus………..(berdasarkan 1Ptr 1:18-19)
Saat itu saya merasa dikasihi Allah, karena Tuhan Yesus telah menebus dosa saya dengan darah-Nya yang tercurah di kayu salib, wafat bagi saya, dan kebangkitan-Nya memberi saya hidup baru di dalam Dia.
Sejak saat itu saya kembali ke gereja dan rajin mengikuti Perayaan Ekaristi. Kini Tuhan menjadi tujuan hidup saya, dan saya serahkan seluruh hidup saya kepada-Nya. Segala yang saya kerjakan dan lakukan saya persembahkan untuk Tuhan, untuk memuliakan nama-Nya.
Puji Tuhan, kini saya bisa membantu teman dan saudara yang mengalami kepahitan hidup seperti yang pernah saya alami dahulu, memberi penghiburan dan menguatkan sehingga mereka tidak perlu mengalami kehancuran dan trauma seperti yang pernah saya alami.
***
(Ditulis untuk tugas KEP* = Kursus Evangelisasi Pribadi, Bab VI : Sharing Iman)
Mengalami Kehadiran Yesus
Ibadat Adven 2012
Pertemuan III :
MENGALAMI KEHADIRAN YESUS
Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Matius 4:19)
BACAAN KITAB SUCI
Matius 4:18-22
18. Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan19. .
19. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
20. Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
21. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
22. dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.
PENDALAMAN
- Seandainya Bapak/Ibu adalah orang tua dari keempat murid tersebut yang mengalami kehadiran Yesus dan dipanggil untuk mengikut Dia, bagaimana reaksi atau tanggapan anda?
- Pelajaran rohani apakah yang dapat kita ambil dari Kitab Suci di atas?
PENEGUHAN
Panggilan menuntut kita bersikap dan bertindak tegas bahkan radikal (cepat) dalam mengambil keputusan. Sekarang bukan nanti. Ada tiga hal yang perlu kita cermati tentang kehadiran Allah dalam kisah tersebut:
- Yesus tahu bahwa keempat murid: Andreas, Simon, Yakobus, dan Yohanes adalah orang muda yang beriman dan pasti bersedia mengikuti Yesus. Moment ini dipakai Yesus untuk mengajar bahwa beriman berarti berani menyerahkan diri secara total kepada Allah tanpa syarat.
- Nilai eskatologis, keputusan untuk mengikuti Yesus denga cara meninggalkan segala-galanya adalah sebuah proses belajar memahami rencana dan kehendak Allah di masa yang akan datang. Di sini tidak berarti Yesus mengabaikan akan pentingnya harta dan pekerjaan, semua itu penting untuk hidup tetapi tidak untuk kehidupan kekal.
- Kerelaan diri untuk menjadi tempat dan tanda kehadiran Allah di dunia menjadi landasan keputusan untuk mengikuti Yesus dengan segala konsekuensinya.
(Dikutip dari “Ibadat Adven” (Pertemuan Lingkungan), Paroki Kristus Raja Surabaya, tahun 2012, halaman 34-36)
Yesus Di Hati Orang Muda
Ibadat Adven 2012
Pertemuan II :
YESUS DI HATI ORANG MUDA
Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya telah kuturuti, apalagi yang masih kurang?” (Matius 19:20)
BACAAN KITAB SUCI
Matius 19:16-28
16. Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
17. Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
18. Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19. hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
20. Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”
21. Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang –orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22. Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
23. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.
24. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
25. Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
26. Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
27. Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?”
28. Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.”
PENDALAMAN
- Perikop ini berbicara mengenai panggilan. Bahwa sebuah panggilan memerlukan pengorbanan. Selalu ada yang dikorbankan untuk memenuhi panggilan. Apakah anda sedang dipanggil untu melayani? Rela untuk mengorbankan ‘sesuatu’?
- Ketika orang muda yang kaya bertanya kepada Yesus perbuatan baik apa yang harus dilakukan agar memperoleh hidup kekal. Dengan sabar Yesus memberi penjelasan. Apa yang akan kita lakukan jika ada orang muda yang membutuhkan nasihat kita?
PENEGUHAN
Kelekatan pada harta duniawi dapat menghalangi perjalanan manusia menuju Tuhan. Orang muda katolik diajak untuk memiliki sikap yang tepat dalam memandang perkara dunia, serta mewujudkan kasih kepada Tuhan dengan berbagi kepada sesama manusia.
(Dikutip dari “Ibadat Adven” (Pertemuan Lingkungan), Paroki Kristus Raja Surabaya, tahun 2012, halaman 21-25)
Membangun Spiritualitas Orang Muda Katolik
Ibadat Adven 2012
BERSAMA ORANG MUDA MENYAMBUT KEDATANGAN YESUS DENGAN IMAN
Pertemuan I :
MEMBANGUN SPIRITUALITAS ORANG MUDA KATOLIK
Jangan katakan “aku masih muda” (Yeremia 1:7)
BACAAN KITAB SUCI
Yeremia 1: 1–19
- Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia, dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin.
- Dalam zaman Yosua bin Amon, raja Yehuda, dalam tahun yang ketiga belas dari pemerintahannya datanglah firman TUHAN kepada Yeremia.
- Firman itu juga datang dalam zaman Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, sampai akhir tahun yang kesebelas zaman Zedekia bin Yosia, raja Yehuda, hingga penduduk Yerusalem diangkut ke dalam pembuangan dalam bulan yang kelima.
- Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:
- “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”
- Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.”
- Tetapi Tuhan berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.
- Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.”
- Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.
- Ketahuilah pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.”
- Sesudah itu firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Apakah yang kau lihat, hai Yeremia?” jawabku: “Aku mellihat sebatang dahan pohon badam.”
- Lalu firman TUHAN kepadaku: “Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku.”
- Firman TUHAN datang kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya: “Apakah yang kau lihat?” jawabku: “Aku melihat sebuah periuk yang mendidih; datangnya dari sebelah utara.”
- Lalu firman TUHAN kepadaku: “Dari utara akan mengamuk malapetaka menimpa segala penduduk negeri ini.
- Sebab sesungguhnya, Aku memanggil segala kaum kerajaan sebelah utara, demikianlah firman TUHAN, dan mereka akan datang dan mendirikan tahtanya masing-masing di mulut pintu-pintu gerbang Yerusalem, dekat segala tembok di sekelilingnya dan dekat segala kota Yehuda.
- Maka Aku akan menjatuhkan hukuman-Ku atas mereka, karena segala kejahatan mereka, sebab mereka telah meninggalkan Aku, dengan membakar korban kepada allah lain dan sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri.
- Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka, segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka.
- Mengenai Aku, sesungguhnya pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini.
- Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.”
PENDALAMAN
- Tantangan apa saja yang dihadapi orang muda katolik saat ini?
- Dalam bacaan, apa alasan Yeremia menolak panggilan Tuhan?
- Dari perikop tersebut, nilai apa yang dapat kita pelajari dalam kehidupan menggereja?
PENEGUHAN
Dalam bacaan, Yeremia dipanggil Tuhan untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Yeremia menolak panggilan Tuhan dengan alasan : tidak pandai bicara dan masih muda.
- Bagi Tuhan tidak ada alasan untuk menolak panggilan-Nya. Kepada siapa saja Tuhan mengutus, Yeremia yang merasa masih muda dan tidak pandai berbicara harus pergi dan menyampaikan pesan Tuhan (ayat 6-7)
- Tidak perlu takut dan gentar, sebab Tuhan menyertai dan tidak melepaskan. Maka Tuhan meminta supaya Yeremia berani untuk bangkit, bersiap dan menyampaikan apa yang diperintahkan Tuhan (ayat 8,17)
- Yeremia diutus untuk mempertobatkan bangs-bangsa, sebab mereka telah meninggalkan Tuhan dengan menyembah Allah lain. (ayat 10)
- Orang yang berani menangapi panggilan Tuhan, Tuhan akan mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutnya; TUHAN berfirman: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.” (ayat 9)
(Dikutip dari “Ibadat Adven” (Pertemuan Lingkungan), Paroki Kristus Raja Surabaya, tahun 2012, halaman 7-12)
Hidupmu Berharga Bagi Allah
“Hidupmu Berharga Bagi Allah” lagu rohani yang dipopulerkan oleh Nikita, dipilih Veronika Ekaprilia / Vika (10 tahun) sebagai lagu yang dibawakan dalam acara final Kristus Raja Got Talent 2012 yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 3 November 2012, di gedung Kristus Raja Surabaya, dalam rangkah memperingati hari ulang tahun gereja Kristus Raja Surabaya yang ke 82.
Ketika ditanya oleh dewan juri siapa yang memilih lagu itu, dengan jujur Vika menjawab bahwa mamanya yang memilihkan lagu itu untuknya, tapi Vika tidak sempat menjelaskan kepada dewan juri, bahwa ia pun menyukai lagu itu, karena lagu itu mengingatkannya pada kebaikan Tuhan yang pernah dialaminya.
Pada bulan Desember 2009, ketika berumur 7,5 tahun,Vika masuk rumah sakit karena sesak nafas yang parah dan hampir tak tertolong. Dua hari menjelang natal, ia mengalami kebaikan Tuhan yang menjawab doa-doa permohonan yang dipanjatkan orang-orang yang mencintainya, ia melewati masa kritis.
Penggalan lirik lagu “Hidupmu Berharga Bagi Allah” sungguh-sungguh telah ia alami,
‘Buluh yang terkulai takkan dipatahkan-Nya, Dia kan jadikan indah sungguh lebih berharga. Sumbu yang telah pudar takkan dipadamkan-Nya, dia kan jadikan terang untuk kemuliaan-Nya.’
Malam itu Vika bernyanyi untuk memuliakan nama Tuhan sebagai ucapan syukur atas kesempatan hidup yang diberikan Tuhan padanya, dan ia ingin orang lain pun dapat merasakan yang ia rasakan melalui lagu yang ia nyanyikan.
Meski Vika tidak menjadi pemenang dalam acara itu, ia tetap merasa bersyukur karena diijinkan Tuhan bernyanyi untuk memuliakan Nama-NYA.
Homili 25 Oktober
Beriman membutuhkan perjuangan.
Iman adalah anugerah Allah yang diberikan kepada orang yang terbuka hatinya bagi karya Allah.
Karya Allah tidak selalu selaras dengan yang kita pikirkan. Allah melakukan untuk kebaikan bagi banyak orang.
Tiga hal yang dilakukan oleh Santo Paulus bagi umat di Efesus (Efesus 3:14-21) :
- Berdoa agar mereka dikuatkan dan diteguhkan dalam Roh Kristus.
- Berdoa agar umat memiliki kemampuan memahami betapa besar, dalam dan tinggi kuasa kasih Allah.
- Berdoa agar umat diberi kepenuhan kesempurnaan dalam Allah.
(Homili Misa Harian oleh Romo Ikhwan, Gereja Katedral Surabaya)
Para Murid Melakukan Kehendak Tuhan
Bulan Kitab Suci Nasional 2012
Pertemuan IV : Para Murid Melakukan Kehendak Tuhan
Yohanes 2:1-11 Perkawinan di Kana.
- Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
- Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke pekawinan itu.
- Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.”
- Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku ibu? Saat-Ku belum tiba.”
- Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”
- Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
- Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.
- Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu mereka pun membawanya.
- Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu – dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya – ia memanggil mempelai laki-laki,
- dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”
- Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
Pendalaman Teks
- Siapa sajakah yang terlibat dalam kisah Perkawinan di Kana? Apa saja peran mereka?
- Apa yang menjadi titik pusat dari kisah Perkawinan di Kana?
- Pesan apa yang menarik dari kisah Perkawinan di Kana yang dapat diterapkan pada kehidupan kita sehari-hari?
Persekutuan Murid Membawa Pengharapan
Bulan Kitab Suci Nasional 2012
Pertemuan III : Persekutuan Murid Membawa Pengharapan
Lukas 7:11-17 Yesus membangkitkan anak muda di Nain.
- 11. Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
- 12. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar , anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
- 13. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
- 14. Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
- 15. Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
- 16. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”
- 17. Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.
Pendalaman teks
- Bagaimana anda menggambarkan situasi si janda yang ditinggal mati anak tunggalnya?
- Apa dasar perbuatan Yesus membangkitkan anak muda dari Nain?
- Dalam kisah Yesus membangkitkan anak muda dari Nain, kita temukan ada dua rombongan yang bertemu dekat pintu gerbang kota. Apa saja tindakan Yesus untuk mengubah rombongan kematian itu agar mengalami kehidupan?
- Pesan apa yang menarik dari kisah Yesus membangkitkan anak muda dari Nain?
Membangun Pribadi Yang Kristiani
Bulan Kitab Suci Nasional 2012
Pertemuan II : Membangun Pribadi Yang Kristiani
Markus 5:1-20 Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa
- Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah Gerasa.
- Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.
- Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,
- karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.
- Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.
- Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
- dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi ? Demi Allah, jangan siksa aku!”
- Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!”
- Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: “Siapa namamu?” Jawabnya: “Namaku legion, karena kami banyak.”
- Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh jahat itu keluar dari daerah itu.
- Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan,
- lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!”
- Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.
- Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi.
- Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka.
- Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceritakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu.
- Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
- Pada waktu itu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia.
- Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata orang itu: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!”
- Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.
Pendalaman Teks
- Peristiwa apa yang terjadi menurut Markus 5:1-20?
- Bagaimana keadaan penderita, dan bagaimana usahanya untuk dapat terbebas dari belenggu?
- Apa reaksi/ tanggapan Yesus terhadap orang yang kerasukan roh jahat itu?
- Kenapa ketika orang yang baru saja terbebas dari roh jahat itu mau menyertai Yesus, tidak diperkenankan?
- Apa tindakan orang yang baru terbebas dari roh jahat itu selanjutnya?
Refleksi
- Adakah orang-orang di jaman ini yang memiliki model atau karakter seperti seorang yang kerasukan roh jahat dalam kisah tadi? Coba jelaskan!
- Pesan rohani apa yang dapat kita petik dari kisah orang Gerasa yang dibebaskan tadi?